web stats
Mengenal Diri

Long Distance Relationship di Tengah Pandemi

Kembalikeakar.com –  LDR (Long Distance Relationship) sudah menjadi hal yang biasa di masa sekarang, terlebih di saat teknologi dan transportasi berkembang sangat pesat. Seorang suami atau istri yang berada di kota, pulau atau negara yang berbeda dengan pasangannya atau dengan keluarganya sering kita jumpai.

Banyak yang mampu menjalani hubungan seperti ini dan tetap berkualitas. Tapi, bagaimana kita bisa terus menjalankan LDR secara efektif di tengah Pandemi Covid-19 saat ini? Transportasi sangat terbatas, bahkan terputus, atau bahan makanan terbatas sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi tiap orang yang menjalankan LDR.

Saya pun menjalankan LDR di tengah pandemi ini yang sudah berjalan beberapa minggu atau mungkin sudah sebulan. Banyak penyesuaian yang perlu kami lakukan agar kami tetap bisa mendapatkan hubungan yang berkualitas dan tetap waras.

Berikut adalah 5 tips menjalani LDR di tengah pandemi versi saya:

1. Rasa percaya.

Rasa percaya adalah modal dasar terbesar dalam setiap hubungan. Rasa percaya bahwa pasangan kita tetap setia serta tetap peduli dengan keadaan kita. Terlebih pada masa seperti ini, rasa percaya sangat dibutuhkan dalam volume yang lebih besar.

2. Tanyakan kabar dan dengarkan.

Menanyakan kabar adalah sinyal kepedulian bagi pasangan dan keluarga kita. Banyak orang yang lupa untuk menanyakan kabar kepada pasangan, walaupun mereka setiap saat berkomunikasi. Setelah itu, dengarkanlah apa yang sedang mereka bicarakan dan berusaha untuk menangkap apa maksud di balik perkataan pasangan kita. Dengarkanlah hanya dengan maksud memahami, bukan untuk memberikan komentar atau solusi. Terkadang apa yang diucapkan hanya sebagai “kode” tentang apa yang sebenarnya mau dibicarakan. Dan seringkali pasangan tidak membutuhkan solusi, hanya mau bercerita.

Baca juga:   Meditasi simple menangkal kecemasan

3. Hindari konflik dan berusahalah untuk mengerti.

Konflik atau ketegangan hubungan bisa kapan saja terjadi, terutama ketika situasi pandemi. Ini karena secara natural hati kita sedang merasa was-was, sehingga bisa dengan mudah terpicu emosi. Apapun yang terjadi, berusahalah untuk memahami kondisi pasangan dan hindarilah konflik. Energi kita sangat dibutuhkan untuk menjalani hidup di masa sulit ini, daripada untuk mengeluarkan rasa marah. Kalaupun sampai terjadi konflik, tenangkan hati dahulu, lalu minta maaf bila perlu.

4. Saling meminta dan memberikan nasihat.

Nasihat adalah penghangat di dalam hubungan. Sebagaimana menanyakan kabar adalah sinyal kepedulian, maka meminta dan memberikan nasihat adalah tindak lanjut dari kepedulian. Tidak perlu nasihat yang berat, cukup meminta dan memberi nasihat seputar kegiatan sehari-hari sudah sangat cukup untuk menjaga hubungan harmonis di tengah pandemi ini.

5. Tutup pembicaraan dengan baik dan minta pasangan untuk menjaga diri.

Di setiap akhir pembicaraan, baik itu via telepon, video call, atau media lainnya, tutuplah dengan kata-kata yang baik. Setelah itu sampaikan pesan untuk saling menjaga diri, seperti “hati-hati ya”. Ini akan membuat hati masing-masing pasangan lebih tenang dan kembali merasa di “charge” untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Editor:
Muhammad Faisal

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button