Masyarakat dan Sejarah

Beyond the Olympics; Sebuah Kisah Persahabatan dan Kemanusiaan

Kembalikeakar.com –  Lebih dari ribuan tahun yang lalu, Olimpiade kuno dipertandingkan di Olimpia, Yunani. Pertandingan yang hanya diikuti oleh kaum pria ini, hanya mempertandingkan olahraga marathon, balap kuda dan gulat. Berabad-abad setelahnya, sudah banyak kemajuan yang dicapai di dalam dunia Olimpiade; Olimpiade pertama yang disiarkan televisi, Olimpiade pertama yang diikuti oleh atlet wanita atau Olimpiade musim dingin pertama yang diadakan.

Memikirkan tentang Olimpiade, membawa saya kepada pertanyaan ini; apakah esensi dari Olimpiade hanyalah berkompetisi dan memenangkan pertandingan semata? Apakah simbol lima lingkaran yang saling terkait itu hanya berarti perwakilan kelima benua? Adakah nilai lain dibalik Olimpiade?

Let me time-travel you to 1936 Berlin Olympic Games

Jesse Owens adalah seorang atlet atletik keturunan Afrika-Amerika. Pada nomor lompat jauh, dia berhadapan dengan Luz Long, atlet berkebangsaan Jerman, sang tuan rumah. Dapat dibayangkan bagaimana ‘panas’nya situasi kala itu. Hampir semua penonton bersorak untuk Luz Long, termasuk Adolf Hitler yang berada disana.

Owens gagal di tiga lompatan pertama. Di waktu jeda antar pertandingan, lawannya Luz Long memberikan motivasi dan beberapa tips untuk Owens. Owens akhirnya berhasil memecahkan rekor pada lompatan terakhirnya. Ia mendapat medali emas, dan Luz Long mendapat perak. Apa yang terjadi kemudian? Adolf Hitler marah dan beranjak meninggalkan podium.

“That business with Hitler didn’t bother me. What I remember most was the friendship I struck up with Luz Long. He was my strongest rival, yet it was he who advised me to adjust my run-up in the qualifying round and thereby helped me to win”

Kutipan Owens pada saat wawancara yang masih melegenda sampai sekarang.
Kisah ini menyadarkan saya atas situasi yang terjadi disekitar kita. Dunia sedang dihadapkan dengan berbagai masalah. Belum selesai urusan pandemi, di Amerika tengah terjadi konflik rasialisme berkepanjangan. Kita lupa bagaimana kisah persahabatan yang terjadi antara Owens dan Long dapat melawan diskriminasi, apalagi di era supremasi ras Jerman saat itu.

Baca juga:   Inspirasi Kebangsaan “Generasi Wifi” di Masa Pandemi Covid 19

Back to the present day,

Hari ini, 23 Juli 2020 seharusnya menjadi hari pembukaan Olimpiade di Tokyo. Sayangnya harus ditunda sampai tahun 2021. Akan tetapi, masih dalam semangat bulan Olimpiade, marilah kita memaknai kembali cerita persahabatan ini. Olimpiade bukan hanya milik olahraga, tetapi ada nilai friendship, respect and excellence terkandung didalamnya.

Jadikan nilai ini sebuah kemajuan berikutnya bagi Olimpiade. Untuk berbuat baik terhadap sesama, memiliki empati dan toleransi, a kindness for humanity.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button